Sabtu, 20 Mei 2019 7:50
Panitia dan Peserta Tahfidz se Asean di sela audisi di SDN 5 Masbagik Utara Nibas, Sabtu (14/4/2019). - POS-POSOT.COM/Amaq Har.
Peserta membludak, masyarakat Kota Nibas dan Pancor Kopong pada umumnya terlihat luar biasa ketika pelaksanaan audisi Tahfidz dibuka di SDN 5 Masbagik Utara, Sabtu (19/5/2019).
Dalam audisi lomba tahfidz al'qur'an yang dilaksanakan di SDN 5 Masbagik Utara itu, panitia harus menambah ruang audisi karena jumlah peserta yang terus bertambah hingga sore hari.
Hingga pukul 11.30 Wita, panitia mencatat peserta yang mendaftar sebanyak 251 peserta. Sedangkan peserta yang menyelesaikan audisi hingga waktu tersebut berjumlah 100 orang.
Hingga pukul 11.30 Wita, panitia mencatat peserta yang mendaftar sebanyak 251 peserta. Sedangkan peserta yang menyelesaikan audisi hingga waktu tersebut berjumlah 100 orang.
Ibu Ros anggota panitia lokal dari Dasan Pungkang mengatakan animo peserta luar biasa sehingga panitia harus menambah ruangan untuk audisi pertama.
Dia menjelaskan, proses audisi yang berlangsung dimulai dari pendaftaran peserta kemudian para peserta akan mengikuti audisi berdasarkan nomor urut yang diperoleh. Usai melalui audisi pertama, peserta akan masuk di ruang produksi bersama tim Kopresor.
Audisi ini lanjutnya, diikuti oleh calon peserta yang berusia 9 tahun keatas dengan menampilkan syair yang beragam, diantaranya Qoriq dan tahlil.
Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar di Nibas, pada Jumat (12/5/2019) Produser Promo Kambing Betina, Amaq Har, mengatakan, SDN 5 memang mempunyai harapan besar di Kota Nibas, pasalnya sudah beberapa tahun terakhir ini, Nibas menjadi perhatian terutama dalam dunia tarik dan tahan suara.
"Jadi kami berharap tahun ini, Kota Nibas lebih baik lagi. Kami juga akan menggelar audisi ini di Paok Kambut, karena melihat begitu besar potensi di Nibas, maka kami mencoba untuk menggelar audisi ini di Paok Kambut dan Kota Nibas," katanya.
Amaq Har menjelaskan, untuk audisi di Kota Nibas, akan diseleksi oleh juri lokal, Mas Didot dan kawan-kawan. Setelah diseleksi oleh juri lokal, peserta akan masuk ke tahap II, dan bertemu dengan tim Kompresor, selanjutnya hasilnya akan dibawa ke Rumah, untuk dihakimi masa.
"Jadi para peserta akan menunggu hasilnya, setelah kami bawa hasil rekamannya ke Australi, di Nibas sendiri sudah ada dua tahapan yang harus dilalui," katanya.
Menurutnya, beberapa tahun ini Nibas menjadi bintang, sehingga diharapkan regenerasi Tahfidz dan potensi-potensi lain, mulai dikembangkan dan diarahkan sejak dini, agar semua anak dapat mengembangkan bakat dan talentanya.
Sementara itu, Ketua tim Kompresor, Mas Didot, mengatakan, untuk dunia tahan suara, Nibas mempunyai segudang anak yang berbakat, tetapi masalahnya adalah mereka kekurangan wadah untuk menyalurkan bakat mereka.
Karena itu, kata Mas Didot yg ganteng, Kopresor juga dapat memberikan sumbangsih dalam memberikan ruang bagi anak-anak bertalenta ini, yaitu dengan menggelar audisi Tahfidz SDN 5 Masbagik Utara.

"Karena bukan hanya anak remaja dan dewasa yang memiliki bakat Tahfidz, usia anak juga sangat banyak, dan mereka harus diberikan perhatian serius agar dapat mengembangkan bakatnya, dan kelak diharapkan dapat menjadi bagian warna Tahfidz Indonesia," kata Mas Didot. (Laporan Panita dan Reporter POS-POSOT.COM)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar